Transformasi Pelajar untuk Perdaban (yang Mereka Sebut Sebagai) Modern
Kerap kali saya mendengar cerita-cerita pada kyai, dan ulama' besar yang mana mereka dalam proses pembelajarnnya cukup ngawulo kepada guru-guru mereka. Mereka di berikan tugas untuk menggembala ternak, mengurusi dapur dll tanpa mengaji kepada kyai. Tetapi alhasil, beliau-beliau setelah terjun ke masyarakat mereka mampu membaca kitab, mengajarkan kitab-kitab kuning dengan begitu fasih ,dan mampu menyelesaikan masalah-masalah yanga ada di masayarakat. Inilah yang dinamakan barokah. Beliau-beliau mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru mereka secara ikhlas dan tanpa pamrih. Mereka mengerjakannya secara sungguh-sungguh. Kesungguhan mereka inilah yang perlu kita contoh sebagai proses seorang pelajar bagi kehidupan sehari-hari kita. Lebih-lebih dizaman globalisai seperti sekarang ini.
![]() |
| RadarKudus.Jawapos.com |
Menurut KBBI globalisasi merupakan “Proses masuknya ke ruang lingkup dunia“. Ada beberapa dampak yang ditimbulkan dengan adanya globalisasi. Baik dampak positif maupun negatif. Dampak positif dari adanya globalisasi adalah akan adanya pembaharuan teknologi yang terus menerus, perkembangan ilmu pengetahuan akan mudah diketahui, mudahnya mendapat barang-barang impor dari luar negeri. Selain itu, ada dampak buruk dari adanya globalisasi, salah satunya adalah adanya degradasi budaya lokal. Orang-orang yang melestarikan budaya-budaya yang ada pada masing-masing daerah makin menurun. Budaya dari berbagai negara masuk dan menekan budaya lokal yang dianggap kuno dan ketinggalan zaman, ditambah dengan perkembangan teknologi yang menjadi media pemercepat penyebaran pemikiran kepada warga diseluruh dunia. Dan budaya-budaya asing (yang menyimpang dari makna pancasila dan juga budaya) seperti itulah yang mereka sebut sebagai budaya modern, dan kekinian.
Pelajar dizaman globalisasi seperti sekarang ini memiliki perjalanan yang begitu berbeda dengan perjalanan pelajar sebelum kuasa teknologi belum mengglobal. Pelajar sekarang yang dihadapkan dengan teknologi akan tertuntut untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk membantu kegiatan kita sehari-harinya, bukan kita yang termanfaatkan oleh teknologi.
Teknologi memudahkan kita, untuk mencari sumber belajar kepada pihak-pihak yang sulit dijangkau, kepada orang-orang yang pakar dan juga kepada ilmu-ilmu baru yang belum berkembang di lingkungan. Tetapi teknologi juga dapat mempersulit kita, dapat memberikan hambatan kepada kita, dengan adanya informasi-informasi yang sangat mudah dicari dan akses, dengan informasi yang sangat mudah disebarluaskan, dengan adanya teknologi yang mampu menghancurkan, mampu meretas, dll. Maka, hal-hal yang perlu disiapkan pelajar untuk menghadapi hal ini akan sedikit berbeda dengan pelajar di zaman dahulu. Perlu adanya tingkat kelimuan dan moralitas yang cukup. Bukan hanya menata moralitas tanpa memperdulikan kelimuan (terkhusus teknologi) yang kian berkembang sangat pesat.
Pelajar perlu memiliki pengetahuan teknologi yang cukup agar mampu menghandle persoalan masyarakat yang berbau teknologi. Juga pelajar tertuntut untuk tetap menjaga ke-tawadlu'-an kepada guru agar moralitas terjaga dan memunculkan nilai Barokah dalam ilmu yang diperolehnya. Dan akhir kata, Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang selamat atas gemerlapnya peradaban dunia. Aamiin.
Sekian... semoga bermanfaat.


Posting Komentar